Pages

TINDAK TEGAS SIAPAPUN YANG MENANGKAP IKAN DENGAN CARA DI STRUM, DI TEMBAK, DI BOM, DI OBAT DAN PUKAT HARIMAU.. LESTARIKAN ALAM, BUDAYAKAN MANCING CnR
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

MENGATASI TERSENGAT TAJI IKAN PARI


Banyak kejadian pemancing tersengat taji ikan pari dan posisi pemancing jauh dari sarana pertolongan darurat (tengah laut), Berikut beberapa Tips untuk menghindari bahaya sengatan taji ikan Pari.
Ketika ikan pari menyerang, ia tidak harus berhadapan dengan korban karena yang dilakukan hanya mengayunkan ekornya yang panjang ke atas melewati tubuhnya dan mengenai apapun yang ada dihadapannya. Ikan pari tidak memiliki kontrol terhadap serangannya. Pada sebagian besar kasus ketika sengat masuk kedalah tubuh seseorang, tekanan dapat menyebabkan robeknya membran racun yang membungkusnya. Ketika pelindung ini robek racun akan mengalir ke dalam luka.

Racun ikan ikan pari tidak berakibat fatal namun sangat menyakitkan. Racun ini tersusun dari enzim 5-nucleotidase phosphodiesterase dan serotonin. Serotonin menyebabkan luka parah pada otot polos, komponen inilah yang mengakibatkan racun ikan pari sangat menyakitkan. Enzimnya mengakibatkan kematian pada sel dan jaringan. Jika racun masuk ke daerah pergelangan kaki, akan dapat diatasi. Pemberian panas akan merusak racun ini dan membatasi jumlah kerusakan yang disebabkan oleh racun. Jika tidak tertangani dengan segera dan benar memungkinkan dilakukannya amputasi, namun jika racun masuk pada rongga dada atau perut, mengakibatkan kematian jaringan dan akan berakibat fatal karena organ utama terletak pada daerah ini. Jika duri masuk ke dalam jantung seperti yang dilaporkan dalam kecelakaan Steve Irwin, akibatnya akan sangat fatal.

Walaupun racun ikan pari dapat mengakibatkan bahaya yang serius. Bagian yang paling merusak dari mekanisme serangan ikan pari terletak pada tikaman durinya. Bagian ujung duri yang tajam akan masuk dengan mudah dalam jaringan namun saat duri dikeluarkan bagian bergerigi dari sengat ini akan melukai dan merusak jaringan lebih besar. Bahkan walaupun sengat ini tidak beracun, mencabut sengat dari dada atau pereut seseorang dapat merobek jaringan cukup besar.

Berikut Tips mengatasi tersengat taji ikan pari dalam kondisi darurat :
  1. Jika ada air panas bisa dikompres pake air hangat (agak panas lebih baik) dulu + minum obat pereda rasa sakit (jika ada) untuk mengurangi rasa sakit ... kompres bisa dilakukan berulang ulang
  2. Jika ada pohon bidara ambil getahnya teteskan pada luka, dan jangan dibasuh pakai air tawar.
    Pohon Bidara

  3. Sebagai patokan umum, sebagian besar 'bisa/racun binatang' itu bahan dasarnya adalah protein, sedangkan protein akan terurai oleh suhu panas yang ekstrim. Makanya kompres dengan suhu sepanas mungkin akan membantu meredakan rasa sakitnya. Dalam kondisi darurat, kalo ga ada air panas - coba aja (maaf) kencingin. soalnya efek negatif 'bisa' akan menurun kalo kena amoniak. dan air seni itu mengandung amoniak yang cukup tinggi. tapi efek negatifnya (mungkin) : bau pesing, bau jengkol, dsb he he he he..... 
  4. Jika tips di atas sudah dilakukan, bawa segera korban ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan.
  5. Biasakan pergi mancing menggunakan pakaian yang safety (lengan panjang/jaket, celana panjang, sepatu mancing, topi, sarung tangan, kacamata dan penutup muka/cadar ~~ kaya mau piknik) dan membawa tas P3K dengan isi secukupnya (obat penghilang rasa sakit, balsem, obat luka, perban, gunting, korek api), serta bekal makanan dan minuman.

Sekedar saran,
Jika mendapat ikan Pari, segera buang taji di bagian pangkal ekor mendekati punggung ikan dengan cara injak ekor (pakai sepatu) lalu patahkan taji menggunakan tang atau potong sekalian ekor ikan pari sampai pangkal (mendekati punggung). Buanglah taji/ekor hasil potongan tersebut di tempat yang aman (tidak membahayakan orang lain), jangan buang/di tanam dalam pasir (takut terinjak).

SEMOGA BERMANFAAT

sumber & di edit dari http://www.fishyforum.com/

Selasa, 29 Oktober 2013

Berbagai Simpul Tali cara menyambung BRAID PE LINE KE LEADER

Kadangkala kita pemancing lupa akan tata cara ikat tali-temali kenur pancing yang cepat dan tepat agar ikan pancingan tidak terlepas/putus dari tali/kenur utama kita sendiri, ini sedikit pedoman untuk para pemancing agar merasa aman dan yakin akan ikatan tali pancingnya apabila umpan dimakan oleh ikan target tidak akan putus dari kenur utama. Selamat mencoba !








SEMOGA BERMANFAAT

Sumber : http://tartarfishing.blogspot.com/

Senin, 28 Oktober 2013

Hisapan Ombak Aneh Pantai Parangtritis Yogyakarta

Pantai Selatan Yogyakarta banyak yang menjadi incaran para pecinta olahraga Mancing. Salah satu teknik mancing yang diminati adalah mancing pasiran/surf fishing. Ombak di pantai Selatan Yogyakarta ini ternyata mempunyai karakteristik tersendiri, berbeda dengan pantai-pantai yang lain. Sebagai antisipasi dan keamanan para pemancing, berikut akan di ulas tentang "HISAPAN OMBAK ANEH PANTAI SELATAN".

Pantai Parang Tritis Yogyakarta

Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.

Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.

Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang. “Bisa dibayangkan kekuatan seret arus balik beberapa kali lebih kuat dari terpaan ombak datang. Wisatawan yang tidak waspada dapat dengan mudah hanyut,” demikian papar Nyoman, Selasa (3/2) di Yogyakarta.

Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.

Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat. “Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan,” lanjutnya.


Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, melanjutkan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. “Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi,” ujar Djati.
Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong.

Bagaimana dengan korban hilang? Djati mengatakan, hal itu dapat terjadi apabila korban terlalu kuat melawan arus saat berada di dalam air sehingga urung mengapung. Sebaliknya, korban akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai.

Di dasar patahan yang kedalamannya mencapai ratusan meter itu, korban akan semakin sulit bergerak karena ia bercampur dengan aneka materi padat yang terkandung dalam arus.
Korban akan diperlakukan sama seperti material, yakni diendapkan. Korban baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Namun, ia mengatakan, biasanya hal itu butuh waktu lama.


Meski sulit, diperkirakan kedatangannya, arus balik sebenarnya bisa dikenali. Menurut Nyoman, permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung-ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa banyak materi padat dari pantai.

Masalahnya, banyak wisatawan justru senang bermain di pantai yang tenang karena dianggap lebih aman. “Padahal, lokasi tersebut amat berbahaya,” kata Nyoman.
Sejauh ini, cara terbaik untuk mengurangi risiko bencana terseret arus di pantai adalah dengan tidak bersikap nekat berenang ke tengah laut. Pengunjung harus benar-benar mematuhi rambu larangan berenang yang dipasang tim search and rescue (SAR) di sepanjang pantai.

Selain itu, kondisi cuaca juga harus dipertimbangkan. Gelombang laut akan membesar di musim penghujan karena terpengaruh angin barat. Berenang di laut pada malam hari pun sebisa mungkin dihindari karena arus balik akan menguat akibat terpengaruh pasang. Menurut kedua pakar geomorfologi pesisir itu, tidak ada pantai di DIY yang aman. Semua memiliki potensi arus balik yang kuat. Bahkan, di sejumlah pantai di Gunung Kidul, arus balik kian diperkuat oleh buangan air sungai bawah tanah.

Pemerintah daerah juga bisa mempelajari pola-pola arus balik dengan melakukan pengamatan rutin sepanjang tahun menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, seperti citra Quickbird dan IKONOS. Kedua satelit itu bisa merekam dengan jelas benda yang berukuran kecil hingga ukuran satu meter.
“Sejauh ini, penelitian ke arah sana baru sebatas pada skripsi mahasiswa. Belum ada penelitian yang mendalam dan menghasilkan rekomendasi kebijakan,” papar Djati.


Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka. Bagi pengunjung, informasi berupa papan larangan berenang dan imbauan petugas dianggap jelas belum cukup. Kenapa tak dibagikan leaflet kecil begitu pengunjung mau masuk pantai. Leaflet itu berisi penjelasan singkat, harus bagaimana dan di mana jika ingin mencebur ke laut.

Nyoman mengatakan, ketinggian air sepaha orang dewasa sudah cukup bagi arus balik untuk menyeret orang ke tengah laut. Paling aman, usahakan air hanya sampai ketinggian mata kaki.

Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current. Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat rip current dapat diketahui dengan :
  1. Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
  2. Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat rip current.
  3. Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat rip current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi

Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut:
  1. Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),
  2. Tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,
  3. Berenanglah ke area di sebelah kiri/kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.



Pemilihan Warna Pada Umpan Metal Jig


Dalam pemilihan umpan metal jig, ternyata warna sangat berpengaruh terhadap daya tarik ikan. Pemilihan warna metal jig tidak bisa sembarangan jika menginginkan hasil yang maksimal. Berbagai kondisi alam menentukan pemilihan warna metal jig yang akan kita pakai. Warna bereaksi berbeda berdasarkan bagaimana cahaya menembus air. Ada banyak variabel yang berdampak pada kedalaman/persamaan warna jig. Hari cerah atau hari berawan, posisi matahari (waktu hari), hari tenang atau hari berombak, dan warna air.

Mengetahui jenis ikan adalah penting, apakah mereka termasuk ikan predator malam ataukan predator siang . Jelas ini akan menjadi langkah pertama Anda dalam memilih warna. Pada malam hari Anda perlu sesuatu yang akan menangkap perhatian pengumpan malam lebih cepat, dan pada siang hari, memilih warna corak yamg baik sangat perlu untuk menarik perhatian.

Kedalaman ini tidak diatur dalam ukuran meter. Semua adalah panduan. Pada kedalaman laut warna jig sangat menentukan dikarenakan efek dari sinar matahari yang dapat ditangkap oleh metal jig.


Tips Memilih Warna Metal Jig
  • MERAH akan bekerja maksimal pada kedalaman 0 Feet – 30 Feet
  • ORANGE akan bekerja maksimal pada kedalaman0 Feet – 45 Feet
  • KUNING akan bekerja maksimal pada kedalaman 0 Feet – 60 Feet
  • HIJAU akan bekerja maksimal pada kedalaman 0 Feet- 80 Feet
  • BIRU akan bekerja maksimal pada kedalaman 0 Feet – 100 Feet
  • UNGU akan bekerja maksimal pada kedalaman 0 Feet – 120 Feet
  • Chrome Or Silver akan bekerja maksimal pada kedalaman 0 Feet – above 120 Feet
  • Fosfor akan bekerja maximal di saat malam hari atau di kedalaman lebih dari 120 feet
Semoga Bermanfaat

Sumber :  http://www.zonamancing.com/

Rabu, 23 Oktober 2013

Faktor Yang Mempengaruhi Mancing di Laut



Tidak setiap pemancingan ikan di laut selalu berhasil dengan baik. Saat memancing ikan dilaut, faktor cuaca atau faktor alam sangat berpengaruh pada hasil tangkapan. Faktor cuaca biasanya tergantung dari bermacam faktor.Faktor cuaca di atas permukaan laut
 
Matahari dan Bulan
Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan. Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa adanya mendung dan gelap.
 
Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air. Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan. Itu sebabnya mengapa nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari ikan kecil, udang dan cumi-cumi.

Angin, Ombak dan Awan
Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.
 
Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang. Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.
Faktor Cuaca di dalam air laut
 
Suhu air laut
Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut daerah tropis berkisar antara 26 – 35 derajat celcius sedangkan pada daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.

Arus air laut
Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.
 
Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak berkumpul.
 
Kejernihan air laut
Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan. Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat keruh.

sumber dan diedit dari : http://mancingmaniatop.wordpress.com/

Jumat, 11 Oktober 2013

CARA RETRIEVE YANG UMUM DIGUNAKAN

 
Teknik retrieve yang umum digunakan yaitu, 
1. Slow Retrieve 
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat (bawa busur tiap kali pergi casting.. J/K), ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Tergantung kondisi dan selera. Kemudian setelah lure di-cast, retrieve dengan santai, konstan. Feeling sangat diperlukan, jangan terlalu cepat, tp jg jangan terlalu lambat. Perbanyaklah latihan.
2. Fast Retrieve
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat. Ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Kemudian setelah lure di-cast, maka cepatlah menggulung reel. Tanpa henti dan konstan.
3. Reel in, stop and go
Teknik retrieve ini adalah kombinasi dari dua teknik yg telah disebutkan diatas. Keseluruhan posisi joran sama akan tetapi reel diputar, terkadang fast atau juga slow. Kemudian berhenti sejenak. Hentakkan joran secara halus (twitching), seakan2 lure yang kita pakai sedang dalam keadaan sekarat. Kemudian retrieve lagi. Begitu seterusnya. 
 4. Selanjutnya adalah teknik retrieve yang biasa digunakan ketika kita menggunakan mini popper, khususnya tipe chugger. Setelah lure sampai di air, tunggu sejenak agar lure seimbang. Kemudian gulung reel sampai tali mengencang, berhenti menggulung dan hentakkan joran dengan cepat dan bertenaga (tapi tetap santai lho.. ^^), kemudian gulung lagi, berhenti, dan hentakkan lagi. Begitu seterusnya. Semakin banyak gelembung air, maka semakin bagus dan ikan akan semakin marah!!
5. Teknik WTD (Walk The Dog)
untuk yang penasaran kenapa dinamakan Walk The Dog, ada sedikit ilustrasi singkat..hehe.. (juga baru tau dr temen kemaren). Pernahkah anda melihat seekor anjing yang diajak jalan2 oleh Tuannya menggunakan tali pandu? Nah, seperti itulah gerakan lure (dalam hal ini biasanya pencil dan stickbait) yang di-retrieve dengan teknik WTD. Lure akan bergerak ke kiri dan ke kanan secara beraturan. Kira2 begitulah ilustrasinya (ngawur.com..hehe..)
 
Teknik ini sangat dibutuhkan konsentrasi, kalo saya yang mainin udah ganti namanya, jadi Walk The Crazy Dog. Jalannya udah ngawur kemana2 gak karuan..hehe.. So, konsentrasi, It’s A Must ..!! Emang agak nyebelin sih, tp kalo dah bisa, saya jamin anda bakal ngoleksi lure jenis pencil sebanyak2nya dan dalam waktu yang sesingkat2nya. Oke, lanjuuuuuttttt
 
Seperti biasa, Joran anda letakkan pada posisi 45 derajat. Dalam teknik WTD, joran wajib barada di bawah ( menyilang kaki anda ). Gunakan teknik slow retrieve yang sudah di jelaskan diatas. Ingat, putaran konstan. Jika sudah merasa stabil dalam hal putaran, sekarang twitch (kedut) secara halus tapi spontan. Jangan bertenaga tapi juga jangan terlalu lemas ( gunakan kekuatan pergelangan tangan ). So, intinya, teknik ini me-retrieve lure secara konstan sembari men-twitch ujung joran beraturan dan bukan sporadis. CMIIW.
 
Nah, lagi-lagi, kesimpulan dari ini semua adalah ketika praktek di lapangan bisa menjadi sangat berbeda. Variasi retrieve akan sangat dibutuhkan untuk memperdaya ikan, maka perbanyaklah teknik retrieve. Dan juga, siapa tahu anda akan menemukan teknik retrieve terbaru dan ampuh dalam memperdaya ikan. Tight Lines..!!
SELAMAT MENCOBA CASTING !!!

Sumber : http://mymerahmata.blogspot.com/

Sabtu, 31 Agustus 2013

Tips Memancing Udang



Mancing Udang.
paling asik. nih ada tipsnya.
 

Alat
  1. Joran atau rod dengan ujung yang lentur dan sensitif serta ring atau cincin yang kecil. 
  2. Reel spining kecil ukuran kolam, bisa juga menggunakan penggulung kayu.
  3. Line berupa monofilamen tipis, ukuran 1-2lbs pada mainline dengan leader 2-8 lbs.
  4. Kail yang digunakan adalah kail khusus udang atau circle hook tanpa kait (barbless) dengan nomor 9-12.
  5. Timah pemberat kecil dengan stoper. Timah jangan terlalu berat, yang penting tidak terbawa arus.

Umpan Umpan yang digunakan untuk mancing udang galah biasanya cacing tanah, cacing susu, cacing bakau, bahkan anak udang. Sementara untuk chumming digunakan kelapa bakar yang dipecah-pecah.

Spot Udang Galah
Memancing udang galah sebaiknya tidak pada saat air pasang dan cuaca dengan curah hujan cukup tinggi. Waktu terbaik mancing udang galah ialah pada saat kemarau dan air surut. Biasanya udang sangat agresif pada malam hari. Tempat favorit bagi udang biasanya diantara kayu log/glondongan yang terendam di sungai. Biasanya ini terdapat pada sungai-sungai di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Irian dll. Selain itu Udang galah juga sering bermain pada dasar sungai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan spot udang galah didasar sungai adalah seperti berikut
  1. Kenali struktur dasar sungai tempat dimana kita memancing. Selalunya dasar sungai berbentuk lika liku dan beralun-alun.
  2. Pada tikungan sungai lazimnya aliran air agak perlahan atau alirannya tidak terlalu deras.
  3. Pada arus deras menandakan kawasan tersebut lebih dalam, manakala aliran perlahan pula adalah sebaliknya

Pola Makan Udang
Berikut ini adalah ciri khas atau kebiasaan makan udang galah:

  1. Apabila udang galah beratnya lebih 300 gr maka umpan akan langsung dilarikan dan ujung joran akan langsung menukik.
  2. Untuk udang ukuran sedang biasanya sewaktu umpan dimakan, leader akan dipegang dan ditarik-tarik menggunakan capitnya sehingga ujung joran akan terangguk seperti ikan kecil yang makan.
  3. Untuk udang yang berukuran kecil biasanya pola makannya hampir sama dengan yang berukuran sedang, oleh karena itu sering – seringlah mengecek dengan menaikkan ujung joran dan apabila berat atau ada tarikkan maka umpan sedang dimakan.


Memancing udang galah harus sabar, lembut dan penuh perasaan. Pada saat umpan dimakan oleh udang, joran akan melengkung, yang perlu kita lakukan tahan saja jangan digentak karena akan membuat mulut udang robek. Angkat joran pelan-pelan sambil menggulung reel pelan-pelan dengan posisi ujung joran diatas udang sehingga line tegak lurus dengan permukaan air. Udang bisanya jika terkena pancing akan mundur kebelakang dan membengkokan tubuhnya, jika digentak atau ditarik terlalu kencang akan membuat mulutnya sobek terkena kail.

Pada saat udang berhasil dinaikan keatas jangan pernah menyentuh atau memencet ekor udang karena terdapat semacam sungut yang cukup tajam serta kepala udang terdapat tanduk yang bergerigi yang cukup maknyos kalo nancep di jari. Sementara capitnya tidak terlalu berbahaya asal tidak terkena ujung capitnya saja.

Sumber : Berita Mancing

Kamis, 15 Agustus 2013

Apa Yang dimaksud Knot/Simpul

Knot Dasar/ Simpul Dasar. Simpul ini harus diketahui oleh siapa saja yang menggunakan simpul, ini adalah syarat minimum untuk mengetahui jenis-jenis simpul yang dipergunakan. Simpul Dasar adalah simpul yang paling mudah diketahui seperti simpul mati atau simpul hidup
Simpul Mancing/Fishing Knot. Simpul untuk mancing dalam urutan abjad, berbagai sim pul mempunyai tujuan yang sama akan tetapi meliki kelebihan dalam situasi yang berbeda, contohnya simpul yang biasa digunakan untuk membuat rangkaian mancing dasar. Blood Loop (Barrel Knot), Clinch, Double Surgeon’s Loop, and Palomar.
Simpul Berperahu/ Boating Knot. Simpul ini juga dalam urutan abjad, mana yang paling penting dipelajari, yang harus diutamakan adalah bagaimana mengikat tali untuk layar, mengikat tali pada tambatan kapal (mooring) mengikat tali pada dua pasak yang berbeda. Daftar simpul yang sering digunakan  Bowline,Cleat Hitch, Clove Hitch, Figure Eight Knot, Rolling Hitch, Sheet Bend, and Square (Reef) Knot.
Simpul Pendaki/ Climbing knot. Demikian Juga dalam simpul climbing juga disusun berdasarkan abjad, ini akan menjadi pelajaran pertama bagi para pencinta alam yang suka mendagi gunung, setidaknya mengetahui simpul nelayan ganda itu (Grapevine Knot), simpul figure eight, simpul keselamatan bahkan samapai simpul Butterfly Alpine, Double fisherman, Double overhand Stopper, Klemheist. Munter Mule, dan Prusik.
Untuk kedua simpul berperahu atau simpul pendaki, seperti harus diketahui dan dipelajari bagaimana cara membuat simpul, membukanya, yang fungsinya untuk keselamatan dan kekauatan simpul menahan atau menarik beban.
Simpul Pramuka /scout knot. Kadang dianggap remeh namuan simpul ini banyak dipergunakan untuk berbagai tujuan yang berbeda, bisa dipakai untuk memancing, nelayan, baoating, pendaki, bahkan untuk menolong korban benacana atau kecelakaan. Simpul ini tidak terlalu sulit namuan sangat berguna.
Beberapa contoh simpul yang dipergunakan

fishing_knots

Knots_8_Half_Hitch_small 


half_hitch_netknots
Blod Knot



Sumber : http://gemarimancing.wordpress.com/