Pages

TINDAK TEGAS SIAPAPUN YANG MENANGKAP IKAN DENGAN CARA DI STRUM, DI TEMBAK, DI BOM, DI OBAT DAN PUKAT HARIMAU.. LESTARIKAN ALAM, BUDAYAKAN MANCING CnR
Tampilkan postingan dengan label casting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label casting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

CARA RETRIEVE YANG UMUM DIGUNAKAN

 
Teknik retrieve yang umum digunakan yaitu, 
1. Slow Retrieve 
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat (bawa busur tiap kali pergi casting.. J/K), ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Tergantung kondisi dan selera. Kemudian setelah lure di-cast, retrieve dengan santai, konstan. Feeling sangat diperlukan, jangan terlalu cepat, tp jg jangan terlalu lambat. Perbanyaklah latihan.
2. Fast Retrieve
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat. Ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Kemudian setelah lure di-cast, maka cepatlah menggulung reel. Tanpa henti dan konstan.
3. Reel in, stop and go
Teknik retrieve ini adalah kombinasi dari dua teknik yg telah disebutkan diatas. Keseluruhan posisi joran sama akan tetapi reel diputar, terkadang fast atau juga slow. Kemudian berhenti sejenak. Hentakkan joran secara halus (twitching), seakan2 lure yang kita pakai sedang dalam keadaan sekarat. Kemudian retrieve lagi. Begitu seterusnya. 
 4. Selanjutnya adalah teknik retrieve yang biasa digunakan ketika kita menggunakan mini popper, khususnya tipe chugger. Setelah lure sampai di air, tunggu sejenak agar lure seimbang. Kemudian gulung reel sampai tali mengencang, berhenti menggulung dan hentakkan joran dengan cepat dan bertenaga (tapi tetap santai lho.. ^^), kemudian gulung lagi, berhenti, dan hentakkan lagi. Begitu seterusnya. Semakin banyak gelembung air, maka semakin bagus dan ikan akan semakin marah!!
5. Teknik WTD (Walk The Dog)
untuk yang penasaran kenapa dinamakan Walk The Dog, ada sedikit ilustrasi singkat..hehe.. (juga baru tau dr temen kemaren). Pernahkah anda melihat seekor anjing yang diajak jalan2 oleh Tuannya menggunakan tali pandu? Nah, seperti itulah gerakan lure (dalam hal ini biasanya pencil dan stickbait) yang di-retrieve dengan teknik WTD. Lure akan bergerak ke kiri dan ke kanan secara beraturan. Kira2 begitulah ilustrasinya (ngawur.com..hehe..)
 
Teknik ini sangat dibutuhkan konsentrasi, kalo saya yang mainin udah ganti namanya, jadi Walk The Crazy Dog. Jalannya udah ngawur kemana2 gak karuan..hehe.. So, konsentrasi, It’s A Must ..!! Emang agak nyebelin sih, tp kalo dah bisa, saya jamin anda bakal ngoleksi lure jenis pencil sebanyak2nya dan dalam waktu yang sesingkat2nya. Oke, lanjuuuuuttttt
 
Seperti biasa, Joran anda letakkan pada posisi 45 derajat. Dalam teknik WTD, joran wajib barada di bawah ( menyilang kaki anda ). Gunakan teknik slow retrieve yang sudah di jelaskan diatas. Ingat, putaran konstan. Jika sudah merasa stabil dalam hal putaran, sekarang twitch (kedut) secara halus tapi spontan. Jangan bertenaga tapi juga jangan terlalu lemas ( gunakan kekuatan pergelangan tangan ). So, intinya, teknik ini me-retrieve lure secara konstan sembari men-twitch ujung joran beraturan dan bukan sporadis. CMIIW.
 
Nah, lagi-lagi, kesimpulan dari ini semua adalah ketika praktek di lapangan bisa menjadi sangat berbeda. Variasi retrieve akan sangat dibutuhkan untuk memperdaya ikan, maka perbanyaklah teknik retrieve. Dan juga, siapa tahu anda akan menemukan teknik retrieve terbaru dan ampuh dalam memperdaya ikan. Tight Lines..!!
SELAMAT MENCOBA CASTING !!!

Sumber : http://mymerahmata.blogspot.com/

Kamis, 18 Juli 2013

TEKNIK MANCING CASTING, JIGGING, POPPING DAN TROLLING

 
Jika kita berbicara tentang mancing, otomatis yang tersirat di benak kita adalah memasang umpan (baik itu umpan hidup atau umpan yang sudah mati) di kail dan melemparkannya di sungai atau laut yang kira-kira berpotensi untuk dimakan ikan. Dibalik semua itu, masih ada banyak hal yang sangat luas untuk dibahas, seperti halnya fisherman dan angler. Perbedaan mendasar antara fisherman dan angler adalah peralatan yang digunakan dan juga teknik yang digunakannya saat berburu ikan. 

Fisherman cenderung menuju ke peralatan yang cukup sederhana, joran, senar dan kail dengan teknik seperti yang telah dijelaskan di awal kalimat. Sedangkan angler, sedikit lebih ruwet, angler sendiri di ambil dari kata angling fish, yaitu salah satu ikan dari perairan laut dalam. Angler adalah pemancing yang menggunakan rod atau joran, senar, reel dan juga umpan buatan yang disebut dengan lure (memiliki bentuk menyerupai ikan dan lebih seperti mainan). Teknik yang biasanya digunakan adalah Casting, Jigging, Popping dan Trolling yang merupakan bagian dari salah satu tehnik dalam memancing.

1. Casting
 Merupakan salah satu teknik memancing dengan cara melempar dan menarik kembali, dimulai dengan melempar lure, retrieving atau menggulungnya dengan reel sambil memainkannya sesuai dengan tipe lure yang digunakan. Ini dilakukan terus menerus hingga lure tersebut disambar oleh sang predator air.  Peralatan yang digunakan untuk casting adalah, Joran casting (memiliki tingkat kelenturan yang sangat tinggi), reel baitcasting (bisa mengatur kecepatan retrieving dan spool saat melempar dan menarik lure), dan otomatis yang terakhir adalah lure itu sendiri.
Casting cenderung digunakan untuk memancing di sungai dengan target ikan-ikan predator seperti; hampala, toman, gabus, dan sejenisnya. Lure-lure yang digunakan untuk casting adalah; Stickbait, Minnow, Spoon, Spinner, Pencil, Froggie, Casper, dan masih banyak lainnya. Tiap-tiap lure mempunyai action (gerakan umpan ketika dimainkan di air) yang berbeda-beda, dan tentunya tiap lure mempunyai teknik yang berbeda-beda pada saat retrieving.
2.Jigging
Pada teknik mancing yang ini, tidak serumit teknik casting yang terlalu banyak jenis lure dan cara yang berbeda-beda saat memainkannya. Jigging adalah teknik memancing dengan menjatuhkan lure hingga kedasar laut, dan mulai mengayun-ayunkan joran diimbangi dengan retrieving.
Namun pada saat retrieving, lure tidak digulung hingga ke permukaan, kira-kira sampai di tengah kedalaman laut, spool reel kembali dibuka agar lure kembali kedasar dan mulai memainkan teknik yang sama hingga ada sambaran dari predator perairan laut dalam. Joran pada teknik ini sangat kaku, karena dibutuhkan kekuatan disini untuk mengangkat ikan, reel yang biasa digunakan adalah spinning reel kelas hard action. Dan untuk lurenya itu sendiri jelas sekali menggunakan Metal Jig, sesuai dengan nama tekniknya.

3.Trolling
 
 
 
Dibandingkan dengan teknik memancing lainnya, teknik ini merupakan teknik memancing dengan peralatan termahal, tidak semua angler bisa merasakan sensasi strike dengan teknik ini. Trolling adalah teknik memancing dengan menenggelamkan lure dan juga disertai dengan jalannya kapal. Teknik ini merupakan teknik mancing termudah, karena angler disini hanya mengulur lure yang terkait pada senar dari joran dengan jarak sekitar 100-200 meter dari kapal, dan membiarkan lure tetap terseret di air yang mengakibatkan gerakan-gerakan akibat perubahan kapal sambil menunggu sambaran ikan.
Mengapa teknik ini merupakan teknik termahal, karena harga joran dan reel khusus trolling harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk kelas medium action, selain itu angler juga harus menyewa kapal untuk bisa melancarkan teknik memancing yang satu ini. Lure yang biasa digunakan untuk teknik ini adalah minnow.

4.Popping
 
 
Teknik ini sangat populer saat ini, karena banyak dibahas di media televisi dan juga majalah. Teknik pada popping tidak berbeda jauh dengan Casting, yaitu melempar dan menarik lure secara berulang-ulang hingga mendapatkan sambaran dari sang predator. Pada teknik ini, sang predator dipaksa untuk menyambar popper (lure khusus untuk teknik popping) karena gerakan dan splashnya yang sangat mengganggu teritorinya, jadi sang predator menyambar bukan karena merasa lapar, melainkan karena merasa terusik oleh umpan buatan manusia itu. Teknik ini juga merupakan teknik yang sangat digemari oleh para anglers, dikarenakan mereka bisa menyaksikan langsung sambaran ikan pada popper atau juga yang biasa disebut dengan SENSASI STRIKE!!! 
 
 

Rabu, 17 Juli 2013

INFO SPOT RAWA PENING (RWP)

Rawa Pening ("pening" berasal dari "bening") adalah danau sekaligus tempat wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dengan luas 2.670 hektare ia menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran.

Danau ini mengalami pendangkalan yang pesat. Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok. Gulma ini juga sudah menutupi Sungai Tuntang, terutama di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies invasif ini dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok dalam kerajinan, namun tekanan populasi tumbuhan ini sangat tinggi.

Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua ini sudah berlalu.

Rawa ini digemari sebagai obyek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Rawa_Pening)

Jenis ikan yg berkembang dengan baik di Rawa Pening :
Nila, Grasscarp, Belida, Nilem, Tawes, Gabus, Sepat, Louhan,Red Devil, Tombro Dll.

Untuk Keperluan Para sahabat angler yg ingin menikmati sensasi nge wild fishing di Rawa Pening bisa Langsung menghubungi sahabat kita yg membuka usaha sewa perahu dan menyediakan kebutuhan para pemancing (khusus nya Transportasi merawa dan konsumsi).

NAMA : RINTO ( fb @Rinto Kampul ).
Contact Person : 085866899649.
HARGA SEWA PERAHU :
- Kapal Mesin Tempel : Rp 30.000,- (Per hari) Non Tekong.
- Perahu Kecil Dayung : 5.000,- (Per Hari)
Cukup Terjangkau kan Buat kantong2 kita??
Monggo Jika ada yg kepingin menikmati Indah nya alam Rawa Pening Bisa kontak langsung Ke Juragan kapal nya..hehehe...orang nya baik dan ramah...terdaftar juga sebagai member di grub Mancing Maniac kita ini kok..
Artikel ini diambil dan di edit dari forum

DASAR TEKNIK CASTING

Dasar dari Segala Dasar Teknik Casting
( penulis Hanif adi - babbypopping )

oleh Mania Mancing Kakapputih 
pada 1 April 2012
pukul 12:44 · 

Tulisan ini berangkat dari banyaknya pertanyaan dasar seputar casting air tawar dan payau/asin yang saya lihat di berbagai forum. Jujur, banyak pertanyaan dasar yang dijawab dengan jawaban’ kelas lanjutan’, Sehingga kebanyakan castinger berkembang bukan melalui teori tapi dari praktek langsung di lapangan ( walaupun inilah yang seharusnya ) atau malah sudah keder terlebih dahulu sehingga malas memulai. Jujur lagi, tulisan ini tidak seluruhnya dari pengalaman pribadi dan bukan seluruhnya ketikan tangan saya (banyak yang copas), karena saya juga masih benar-benar newbie dalam hal casting (bisa dilihat nanti dari tulisan saya yang ngawur..) Sebenarnya tulisan ini adalah kumpulan dari berbagai artikel dan saya hanya iseng saja merangkum sebagian ilmu tentang casting yang tersebar di seluruh jagat forum tentang mancing.

Jadi sekali lagi, saya hanya memulai dan senior-senior pula yang menuntun dan mengakhiri..
Maka diharapkan koreksi serta saran dan kritik yang membangun agar ke depannya thread ini bisa menjadi acuan bagi yang benar-benar newbie yang bertanya seputar casting, khususnya lightcasting.

Warning!!! Thread ini bukan untuk konsumsi para senior..!! Ini benar-benar hanya diperuntukkan bagi pemula yang akan dan baru kenal casting atau malahan yang baru kenal mancing dan ingin terjun langsung ke dunia casting.

Okay, let's get the thread started..!!

Pertama dari semuanya, kita akan berkenalan terlebih dahulu dengan yang namanya CASTING. Minturut kamus Bahasa Inggris-Indonesia oleh John M. Echols dan Hassan Shadily, arti casting yang diambil dari kata CAST adalah kasta (masyarakat), jelas saja bukan itu yang dimaksud..hehe..
Kalau dari www.artikata.com, yang dimaksud dari casting adalah "the act of throwing a fishing line out over the water by means of a rod and reel", yang kurang lebih artinya "aksi melempar senar pancing keluar menuju ke air dengan menggunakan alat Rod (joran) dan reel”.

Nah, dari sini saja kita bisa tarik kesimpulan bahwa inti dari casting adalah lempar 'something', yang sering kita sebut 'lure' atau umpan buatan. Bisa mini popper, minnow dll. (Nanti akan ada pembahasan tersendiri).
Dan ingat, yang terpenting adalah menggunakan Rod dan Reel. Kalau tidak manggunakan Rod dan Reel (juga ada pembahasan lebih lanjut) , berarti belum bisa dinamakan casting..hehehehe..
Dan juga, Casting termasuk dalam sportfishing, dikarenakan kita dituntut untuk terus menerus melempar dan menggulung benang sampai ikan berhasil 'nyangkut' di lure kita. Itulah yang membedakan casting dengan teknik tradisional (dasaran ) walaupun awalnya sama2 cast (lempar).

Oke, sekarang kita lanjut menuju ke Pembahasan mengenai tackle / peralatan yang akan digunakan,

1. Rod ( Joran )
Rod adalah benda panjang yang menyerupai galah, kegunannya tentu saja bukan untuk mengambil mangga ( walaupun teman saya ada yang pernah nyobain dan berhasil), tetapi berperan sebagai perpanjangan lengan kita dalam hal melempar lure, memainkan lure serta 'menghajar' ikan.
Nah, joran apa yang tepat untuk kita gunakan dalam casting?

a) Bahan Carbon, sebenarnya hal ini tidak mutlak. Tapi dikarenakan kita dituntut untuk terus melempar, maka pilihan joran berbahan carbon yang notabene jauh lebih ringan daripada bahan lainnya terutama fiber, sangatlah membantu castinger agar tidak mudah kecapaian, sehingga intensitas lempar lure semakin banyak dan otomatis semakin tinggi pula kesempatan untuk strike. Terapkan semboyan Rajin Pangkal Strike..!!

b) Panjang joran, (lagi-lagi) minturut penuturan beberapa koresponden, panjang paling nyaman untuk casting berkisar di 6 feet sampai 7 feet. Hal ini berpengaruh pada jarak lemparan dan juga kondisi spot mancingnya. Semakin panjang joran, maka semakin jauh jarak lontaran dan sebaliknya. Tetapi apabila kondisi spot yg sempit dan banyak pohon, maka pilihan panjang joran yg lebih pendek adalah sesuatu yang cukup krusial.

c) Kelas lbs joran, gunakan joran yang memiliki kelas 6-12 lbs, 8-17 lbs dan 10-20 lbs ( tergantung dari senar/line yang kita pakai )

d) Action joran, ada beberapa jenis action dr joran (CMIIW), yaitu slow, medium, medium-hard dan hard. Dalam hal ini yaitu casting, sangat tergantung dr 'kenikmatan' pemakainya dan tentu saja lure yang akan kita gunakan. (Biasanya) joran yang digunakan untuk casting adalah action medium-hard dan hard.

e) Merk dan Harga, banyak orang mengatakan "Ada uang Ada rupa". Semakin mahal, maka semakin bagus pula kualitas joran tsb. Tapi tentu saja tidak harus mahal untuk memulai casting, karena perlu diingat bahwa kepuasan menghajar ikan menggunakan tackle murah (tp tidak murahan) lebih terasa puas daripada menggunakan tackle mahal ( ini tentang kepuasan bukan kenikmatan lho..hehe)
Berikut adalah beberapa merk joran yang sering didengar, Shimano, Daiwa, Eupro, Pioneer, Kamikaze, Maguro, Okuma, Seahawk dll. Joran berkisaran 200 ribu sampai 1 jutaan bisa dibeli untuk memulai kehidupan baru..


2. Reel ( Penggulung Senar )
Reel adalah suatu benda yang menyerupai.......... Apaan ya? sumpah, nge-blank..!! Lanjuuuuuttt
Gunanya untuk menggulung senar, tempat penampungan senar (TPS), dan lain sebagainya.
Ya kalo dipaksa diibaratkan, perannya mirip dengan telapak tangan serta jari waktu kita hand line lah (memancing dengan gulungan biasa, tanpa rod dan reel ).
Nah, reel apa yang tepat untuk kita gunakan dalam casting?
Nah lho, apaan ya?? haha, saya kurang referensi nih kalo soal reel.
Yang saya tau hanya dimensi dari reel tsb.
Karena yang kita bicarakan adalah lightcasting, maka reel dengan ukuran 1000-4000 (Shimano size) adalah ukuran yang pas untuk ber-casting ria. Merk reel yang umum digunakan adalah Shimano, Daiwa, Ryobi, Maguro, Okuma, Kamikaze, Pioneer, Seahawk dll.
Dan juga perhatikan gear ratio nya, pilihlah minimal yang mempunyai gear ratio sebesar 4,9 : 1
Selebihnya mohon ditambah ya para senior..hehe..


3) Line
Line adalah benda yang menyerupai mie dengan berbagai warna..hehe.. Kalo diibaratkan, line adalah kabel penghubung yang menghantarkan energi-energi positif yang akan membuat anda menggelinjang tak karuan . Kalo banyak orang bilang joran yg terpenting, tapi menurut saya ya line-lah yg terpenting. Bayangin aja kalo mancing gak pake line.. hehehe.. Lanjuuuutttt..
Line / Senar / Kenur ada 2 jenis yang sering dijumpai, yaitu PE Line (Mulitifilament line yah?? CMIIW) dan Monofilament Line.
Dalam casting, PE ‘hampir’ mutlak untuk digunakan. Walaupun tidak semutlak popping (casting kelas berat) dan Jigging, karena teman saya yang casting menggunakan Monofilament tetap aja lebih banyak strikenya dibanding saya (hoki dan timing yang pas berperan besar..kekekekekek).
Yang jelas keuntungan dari PE adalah kemampuan lontarannya yang lebih jauh, daya tampung ke reel yang semakin banyak (karena diameternya kecil jika dibanding dgn Mono yang berukuran lbs sama), dan tentu saja daya lenturnya yg kurang sehingga ikan akan lebih mudah hook up (kecantol,red).
Oh ya, hampir kelupaan, satuan line biasanya menggunakan lbs / pounds.
Kalo di PE line, biasanya menggunakan satuan angka, yaitu PE 1, PE 2 dst. Semakin besar angka maka semakin besar pula kekuatan lbs line tsb.
Pembahasan untuk terbuat dari apa saja bahan dari kedua line tsb mungkin akan dibahas oleh senior2 di page2 berikutnya. ^^

4. Leader (Perambut)
Untuk yang satu ini gak usah pake ibarat2an yah.. hehehehe..
Leader, minturut kamus, artinya pemimpin. Nah, dari situ saja sudah bisa dikira2 kan? Bahwa leader adalah ‘pemimpin’ paling atas dari main line (kenur utama) yang kita gunakan. Karena dia adalah pemimpin (leader), maka otomatis dia harus memiliki kekuatan yang lebih besar dari sang prajurit ( main line ).
Apabila main line berkekuatan 20 lbs maka leader harus lebih kuat lagi, minimal 1,5 kali dari kekuatan main line. Hal ini dimaksudkan untuk meredam kejut apabila strike terjadi, sehingga prajurit tidak syok (putus).
Kegunaan lainnya adalah untuk menyamarkan keberadaan mainline, dalam hal ini adalah PE. Karena sifat PE yang sangat terlihat, maka kegunaan leader terutama yang berjenis fluorocarbon akan sangat membantu rate strike. Jadi, kesimpulannya jika anda menggunakan PE sebagai mainline, maka kehadiran leader, terutama fluorocarbon, adalah wajib adanya.
Nah, soal menyambung antara leader dengan mainline, usahakan jgn menggunakan kili-kil (swivel). Usahakan menggunakan ikatan langsung. Untuk kelas ringan, saya anjurkan menggunakan Albright Knot. Simpe, tapi sudah cukup kuat untuk bertarung dengan ikan2 medium. CMIIW

5. Lures ( Umpan2 Buatan )
Nah, kalo yang ini, saya ibaratkan sebagai peluru. Seandainya kita adalah tentara yang sedang berperang di medan tempur. Senjata canggih neh ceritanya, AK 47, M 16 dll lah, begitu udah siap perang, musuh dah di depan, eh, peluru ketinggalan di rumah.. No Comment dah.. (berdasarkan pengalaman pribadi..wkwkwkwkwkwkwkwk)
Jadi, kesimpulannya lure adalah umpan buatan yang kita lontarkan menuju ke peraduan ikan target kita. Digerakkan sedemikian rupa dengan berbagai cara retrieve (menggulung) serta berbagai cara menggerakkan joran (twitch dan lain sebagainya). Akan kita bahas di pertemuan selanjutnya.
Bahan lure tsb bisa dr kayu, plastic, besi, karet dsb.
Berikut adalah jenis2 lure yang umum diketahui (kalo yang aneh2 bisa Tanya ke senior2 di sini..hehehe),
Lure Minnow
Seperti yang terlihat pada gambar, Lure minnow adalah sejenis ikan kecil yang bergerak secara alami seperti ikan. Kebanyakan lure jenis minnow merupakan tiruan bentuk dan warna ikan yang hampir sama persis. Lure ini digunakan pada fresh water dan salt water, biasanya effektif pada saat ikan sedang lapar dan rakus. Lure jenis ini tersedia dalam berbagai jenis kedalaman, shallow type untuk target ikan yang relatif tidak dalam (dekat dengan permukaan), deep type untuk target ikan yang bermain di kedalaman, floating type merupakan lure yang bermain dipermukaan dan sinking type merupakan lure yang cepat sekali tengelam untuk target ikan didekat dasar.

Lure Top Water
Lure jenis ini menggoda/menarik ikan di permukaan. Lure ini beraksi seperti ikan kecil yang panik dan lari menjauh. Lure ini sangat effektif untuk memancing ikan yang bermain disekitar permukaan. Yang termasuk lure jenis ini antara lain jenis pencil dan Lure popper yang menciptakan cipratan dipermukaan dan menimbulkan bunyi yang menggoda ikan.

Lure Vibration
Lure Vibration ini menghasilkan gerakan bergetar yang tinggi dengan bergoyang-goyang untuk menarik ikan bahkan dalam perairan dingin atau dengan jarak pandang yang rendah.
Nb. Gambar menyusul.. (kapan-kapan ya..hehehehehe)

Nah, ini adalah saat yang tepat untuk kita berbicara tentang BALANCE TACKLE. Yuuuuukkk mariiiii..
BALANCE TACKLE adalah kondisi dimana tackle/peralatan kita dalam kondisi yang pas settingan-nya. Maksudnya, antara rod, reel, dan line (bahkan berat lure) dalam kondisi yang tidak ‘berlebihan’ satu sama laen. Bingung? Ane juga bingung neh..kekekekekekek.. Lanjuuuutttt
Kita misalkan begini, saya mempunyai joran kelas 20 lbs, maka saya akan membeli line dengan kekuatan maksimal 20 lbs juga. Kenapa begitu? Karena saya berasumsi ketika saya fight dengan ikan yang beratnya jauh melebihi kekuatan maksimal joran, maka diharapkan line putus duluan. Nah, bayangkan apabila saya menggunakan line 40 lbs dengan joran 20 lbs, dengan cerita seperti diatas, maka kemungkinan joran patah akan sangat besar, karena line sangat jauh melampaui batas kekuatan joran. Semoga bahasa saya bisa dimengerti.
Kemudian lanjut ke reel, sama dengan joran, reel juga mempunyai batas kekuatan line berapa yang boleh ‘masuk’ ke dalam reel tsb. Biasanya tertulis di sekitar spool. Reel juga bisa jebol apabila max drag (spool dikunci mati), sedangkan line jauh melebihi kekuatan reel. CMIIW. (Maaf senior, saya ga paham soal reel..hwehehehehe)
Begitu juga dengan berat lure, jika di joran tertulis casting weight / lure weight hanya 7-21 grams misalnya, maka gunakan lah lure yang beratnya di kisaran tsb. Apabila lure terlalu ringan dr berat yg dianjurkan maka casting akan terasa lebih sulit (tidak bisa jauh dan aksi dr lure kurang maksimal), dan juga sebaliknya, bisa-bisa joran patah karena lure yang terlalu berat.

Oke, kita lanjut lagi. Setelah alat sudah memenuhi syarat Balance Tackle, maka proses selanjutnya adalah bagaimana menyatukan keseluruhan alat itu sehingga layak tempur di medan perang.
Seperti yang sudah diketahui, mainline digulung ke reel..hehe.. Setelah tergulung dengan indah (usahakan serapat dan sepenuh mungkin, tp jangan melebihi bibir spool, karena pasti akan kusut nantinya), kemudian pasanglah reel ke joran. Tarik mainline melewati Ring Guide (kolong cincin pada joran), kemudian ikat mainline dengan leader dengan menggunakan Albright knot. Setelah semuanya terpasang dengan rapi, maka hal yg terakhir dilakukan adalah memasang lure ke leader.
Hal ini masih jd perdebatan diantara saya dengan teman saya..hehe.. Teman saya bersikeras menggunakan Rapala Knot untuk menyambung leader ke lure. Sedangkan saya hanya ikatan biasa yang menggunakan peniti. Kekurangan menggunakan rapala knot adalah ketidakefisienan, karena setiap kita mengganti lure maka kita harus memotong dan kemudian menyambung lagi. Iya kalo cuma 4x ganti lure, kalo lebih dari 20x?? hehehehe.. Sedangkan jika menggunakan peniti maka akan sangat mudah untuk gonta ganti istri,eh, lure dengan sangat cepat. Tetapi, kekurangan dari penggunaan peniti adalah resiko jebol jika dihantam ikan besar. Sedangkan rapala knot lebih kuat dalam hal meladeni perlawanan ikan besar. Apalagi ditambah dengan aksi yang alami jika kita menggunakan rapala knot (karena lure tidak terbebani oleh peniti).
Depend of U deh kalo soal ini. Kalo saya sih orangnya pemalas..hehehe..

  • Sekarang kita lanjut ke tahap berikutnya, yaitu Akurasi Casting dan Teknik-Teknik Casting (serius nih, soalnya disadur langsung dari majalah Mancing, permisi dulu ama Om MR..hehe..)
    1. Akurasi Casting
    Akurasi casting seringkali menjadi persoalan serius, khususnya saat casting di sungai, muara dan danau . Sebab kesalahan sedikit saja bias berakibat umpan/lure tersangkut ke berbagai macam penghalang yang banyak terdapat di hamper setiap sudut. Ragamnya bias macam2, baik batang pohon2 yang tumbang, akar2 yang menggantung, ranting yang hanyut, semak dan tumbuhan liar serta masih banyak lagi yang lainnya. Repotnya, akurasi casting berperan besar dalam menentukan apakah kita bakal mendapatkan strike atau tidak. Kita ketahui bahwa spesies sungai dan muara paling suka berlindung di tempat2 yang menurutnya aman, yang itu berarti tempat2 yang sulit untuk dijangkau.
    Satu2nya cara adalah meningkatkan akurasi casting dengan rajin berlatih. Latihan paling baik dilakukan di depan rumah ketika tidak ada angin. Gunakan joran anda lengkap dengan lure-nya dan taruh sebuah kaleng atau apapun sebagai titik sasaran sejauh 10 meter. Latihan yang dimaksud meliputi ketiga teknik casting yg paling sering digunakan.

2. Teknik-Teknik Casting
Ada 3 teknik casting yang biasa dipakai oleh castinger, yaitu

a) Overhand
Berguna untuk melempar ke suatu titik yg terhalang di kedua sisi. Mula2 tatap target lokasi dengan cermat . Posisikan joran parallel dengan tanah dan sikut berada persis di samping rusuk. Angkat joran lalu ayunkan joran kea rah posisi jam 10, namun pastikan anda hanya menggunakan pergelangan tangan untuk menghentakkan joran ke depan. Lepaskan jari yang menjepit tali pada saat ujung joran berada di sekitar posisi jam 11. Ulangi berkali-kali hingga arah lemparan anda semakin tepat dan umpan bisa jatuh masuk ke dalam kaleng.

b) Sidearm
Setelah menguasai teknik overhand, saatnya sekarang belajar teknik sidearm. Teknik casting menyamping ini berguna untuk melontar umpan ke satu titik yang berada di bawah naungan. Pegang joran parallel dengan tanah dan sikut tetap di samping rusuk. Jika anda tidak kidal, bawa dulou joran kea rah posisi jam 7, kini gerakkan pergelangan tangan ke depan kuat2 dan persis pada posisi jam 6 lepaskan jepitan jari ke tali. Ulangi lagi dan setelah semakin mahir gunakan ayunan joran untuk meningkatkan jarak lemparan dengan tetap menjaga akurasinya.

c) Underhand
Teknik ini berguna untuk melontar umpan ke titik yang terhalang oleh naungan dan juga di kedua sisi. Peganglah joran kira2 di sekitar pinggul. Posisikan joran paralel dengan tanah dan gantung umpan sekitar 15-20 cm dari ujung joran. Mulailah dengan menundukkan joran hingga mencapai sudut 45 derajat, lalu dengan gerakan yang berirama dan bertenaga, gunakan pergelangan tangan untuk menggambar sebuah setengah lingkaran imajiner dengan ujung joran. Lepaskan jepitan ke tali saat ujung joran mencapai horizon. Ulangi berkali2. Naikkan ujung joran saat umpan meluncur jika menginginkan jarak lemparan yang lebih jauh.

Nah, serius bener kan?? Hehe.. Jujur aja, latihan ini gak pernah saya terapin secara detail. Saya beranggapan gaya mancing orang akan ‘berevolusi’ dengan sendirinya. Style setiap angler pasti berbeda2. Tapi gak salah toh kalo dasar dari casting kita kuasai dulu?? ^^
Monggo dipraktekkin..hehe..

Oke, setelah casting sudah mahir, trus apalagi ya??
Oh ya, habis ngelempar ,tuh lure pasti masuk air kan??
Nah, berikutnya adalah teknik retrieve lure itu sendiri. Lanjuuuuuuuuutttttt..!!

Teknik Retrieve

Teknik retrieve (menggulung reel) adalah teknik pamungkas kita untuk memperdaya ikan agar mau memakan lure kita. Peran dari retrieve sangatlah besar, karena minturut pengalaman pribadi serta pengalaman kawan2 lain yang saya baca di Forum serta Artikel, beda ikan beda pula teknik retrieve kita. Sebagai contoh, Kakap Putih yang tergolong ikan pemalas, maka retrieve yang digunakan adalah slow retrieve. Namun beda dengan Mangrove Jack (Ungar, Fung Cho, Mangar dll), dia akan lebih ganas mengejar lure apabila kita menggunakan teknik fast retrieve. Tapi tentu saja hal ini tidak mutlak harus begitu adanya, semua tergantung kondisi dan situasi. CMIIW

Teknik retrieve yang umum digunakan yaitu,
1. Slow Retrieve
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat (bawa busur tiap kali pergi casting.. J/K), ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Tergantung kondisi dan selera. Kemudian setelah lure di-cast, retrieve dengan santai, konstan. Feeling sangat diperlukan, jangan terlalu cepat, tp jg jangan terlalu lambat. Perbanyaklah latihan.

2. Fast Retrieve
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat. Ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Kemudian setelah lure di-cast, maka cepatlah menggulung reel. Tanpa henti dan konstan.

3. Reel in, stop and go
Teknik retrieve ini adalah kombinasi dari dua teknik yg telah disebutkan diatas. Keseluruhan posisi joran sama akan tetapi reel diputar, terkadang fast atau juga slow. Kemudian berhenti sejenak. Hentakkan joran secara halus (twitching), seakan2 lure yang kita pakai sedang dalam keadaan sekarat. Kemudian retrieve lagi. Begitu seterusnya.
4. Selanjutnya adalah teknik retrieve yang biasa digunakan ketika kita menggunakan mini popper, khususnya tipe chugger. Setelah lure sampai di air, tunggu sejenak agar lure seimbang. Kemudian gulung reel sampai tali mengencang, berhenti menggulung dan hentakkan joran dengan cepat dan bertenaga (tapi tetap santai lho.. ^^), kemudian gulung lagi, berhenti, dan hentakkan lagi. Begitu seterusnya. Semakin banyak gelembung air, maka semakin bagus dan ikan akan semakin marah!!

5. Untuk yang terakhir, teknik WTD (Walk The Dog), untuk yang penasaran kenapa dinamakan Walk The Dog, ada sedikit ilustrasi singkat..hehe.. (juga baru tau dr temen kemaren). Pernahkah anda melihat seekor anjing yang diajak jalan2 oleh Tuannya menggunakan tali pandu? Nah, seperti itulah gerakan lure (dalam hal ini biasanya pencil dan stickbait) yang di-retrieve dengan teknik WTD. Lure akan bergerak ke kiri dan ke kanan secara beraturan. Kira2 begitulah ilustrasinya (ngawur.com..hehe..)

Teknik ini sangat dibutuhkan konsentrasi, kalo saya yang mainin udah ganti namanya, jadi Walk The Crazy Dog. Jalannya udah ngawur kemana2 gak karuan..hehe.. So, konsentrasi, It’s A Must ..!!
Emang agak nyebelin sih, tp kalo dah bisa, saya jamin anda bakal ngoleksi lure jenis pencil sebanyak2nya dan dalam waktu yang sesingkat2nya. Oke, lanjuuuuuttttt

Seperti biasa, Joran anda letakkan pada posisi 45 derajat. Dalam teknik WTD, joran wajib barada di bawah ( menyilang kaki anda ). Gunakan teknik slow retrieve yang sudah di jelaskan diatas. Ingat, putaran konstan. Jika sudah merasa stabil dalam hal putaran, sekarang twitch (kedut) secara halus tapi spontan. Jangan bertenaga tapi juga jangan terlalu lemas ( gunakan kekuatan pergelangan tangan ). So, intinya, teknik ini me-retrieve lure secara konstan sembari men-twitch ujung joran beraturan dan bukan sporadis. CMIIW.

Nah, lagi-lagi, kesimpulan dari ini semua adalah ketika praktek di lapangan bisa menjadi sangat berbeda. Variasi retrieve akan sangat dibutuhkan untuk memperdaya ikan, maka perbanyaklah teknik retrieve. Dan juga, siapa tahu anda akan menemukan teknik retrieve terbaru dan ampuh dalam memperdaya ikan. Tight Lines..!!

Sekian dulu dari saya, tentu akan banyak koreksi ke depannya nanti. Saya harap senior bersedia membantu. Sehingga semua jadi jelas..hehe.. Thanks a lot..!!

Nb. Masalah target ikan predator akan dibahas di pertemuan selanjutnya, karena terlalu banyak yang akan dijelaskan. Sekian, Terima kasih.

Sumber / Disalin dari : www.Forumkamifc.com
Penulis : Hanif Adi ( aka Babbypopping ) domisili Pangkalpinang

Artikel ini diambil dan di edit dari forum
 

TEMPAT MEMANCING TERFAVORIT

1. Tempat Mancing di Laut Flores dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur

Di seputar laut flores terdapat banyak sekali lokasi mancing yang sangat menakjubkan seperti pulau alor  , pulau komodo,lembata,sumba hingga rote . Ombak yang cukup  besar dengan kedalaman laut mencapai 3000 meter , menjadi tempat terfavorit para pemancing. Banyak sekali ikan yang bisa  di buru disana,lokasi yang sangat menarik dan masih banyak ikan berukuran besar yang pasti akan membuat para pemancing selalu ingin kembali memancing di wilayah tersebut.

 

2. Seputar Pulau Biaro, Sulawesi Utara dan pulau doi di kepulauan Loloda utara, Halmahera, Maluku Utara 

Tempat memancing  di sekitar pulau Biaro dengan kedalaman laut mencapai 5000 meter , ombak yang besar, cuaca dan angin yang sering berubah dengan laut pasifik yang kaya akan ikan berukuran besar sangat digemari oleh pemancing . Infrastruktur wisata memancingnya belum tersedia, namun terdapat kapal tradisional . Di sekitar pulau biaro terdapat tiga sea mount reef yang kaya ikan besar . di pulau ini juga sangat di gemari oleh para pemancing dan bahkan sering diadakan kompetisi memancing

 
3. Laut Banda, Laut Aru, Laut seputar pulau Kei, Maluku

Kedalaman yang mencapai 5000 meter ombak yang juga besar dan angin yang pasti selalu berubah. Infrastrukturnya untuk wisata sangat memadai , namun untuk memancing belum tersedia . biasa nelayan menyewakan kapal tradisionalnya , terdapat banyak zona Drop Off yang menjadi sarang ikan besar .

 
4. Laut Pulau Biak , Papua Barat

Kedalaman laut mencapai 1000 meter . ombak tenang, dengan angin sering berubah . Sangat cocok untuk memancing dengan teknik popping , jigging dan trolling . Tersedia infrastruktur wisata memancing , sejumlah resort menyewakan kapal.


5. Laut Fakfak, Kanka hingga Kaimana , Papua Barat .
 
Kedalaman laut lebih dari 1000 meter dengan angin yang sering berubah . Tempat terbaik untuk memancing tuna . dengan berat 90 kg, waktu terbaik untuk memancing adalah bulan Nopember. Tersedia infrastruktur wisata memancing sejumlah resort yang menyewakan kapal dengan ABK berpengalaman .

 
6. Laut Bali selatan terutama di gugusan seputar Nusa Ceningan dan Lembongan .

Tersedia infrastruktur wisata memancing memadai, tempat favorit untuk popping , jigging ,trolling , dan ombak pun cukup tenang .



7. Laut sekitar pulau Karimunjawa hingga pulau di sekitar Madura , Jawa Timur .
 
Aneka jenis ikan tenggiri, kakap , giant travelly dan tuna bisa anda buru disini. Banyak sekali perahu nelayan yang disewakan untuk melayani para pemancing

  
8. Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pantai Malimping, dan Binuangeun, Ujung Kulon dan laut disekitar Krakatau , Banten.
 
Tempat memancing dengan infrastruktur memancing terbaik di Indonesia, di Malimping dan Binuangeun, kabupaten Lebak Banten tersedia kapal memancing dilengkapi GPS dan Fish finder dengan ABK terbaik dan berpengalaman . Merupakan tempat favorit pemancing dari jakarta dan sekitarnya, di tempat ini pula sering diadakan turnamen mancing misalnya ; di Pelabuhan Ratu terdapat kompetisi bergengsi indonesia, Presiden Cup Fishing Tournament . Sedangkan di Binuangeun terdapat kompetisi Nusantara Fishing Tournament, termasuk IFT Fishing Tournament yang sudah beberapa kali diadakan di Binuangeun.

 
9. Perairan kepulauan Mentawai, Siberut Sumatera Barat .

Terutama di sekitar karang sibora. Infrastruktur memancing belum tersedia, namun bagi anda yang ingin memancing dapat menyewa kapal tradisional milik nelayan sekitar .

  
10. Pulau Weh Sabang, Aceh .

Terutama di sekitar gugusan karang pulau Silaku, infrastruktur wisata belum memadai di pulau weh ini.tetapi banyak juga kapal tradisional yang disewakan untuk para pemancing .
Artikel ini diambil dan di edit dari forum